Kamis, 24 September 2009

Sapi Gelonggongan

Siapa yang tidak tahu sapi gelonggongan? ? ? Daging sapi hasil gelonggongan banyak beredar di pasar sejak tahun 2000-an dan sampai saat ini masih menghantui para konsumen daging sapi. Sapi gelonggongan dipaksa minum air sebanyak-banyaknya, kemudian disembelih dan dipotong-potong.
Pemberian air ini dimaksudkan untuk meningkatkan kadar air dalam daging sehingga berat daging akan bertambah. Kadar air dalam daging sapi gelonggongan bisa meningkat sampai 40%. Daging sapi normal dengan berat 750 gram dapat meningkat menjadi sekitar 1 kiloan dengan penggelonggongan ini.
Ada beberapa trick mudah untuk mengenali daging sapi gelonggongan. Yang pertama, penjual tidak akan pernah berani untuk menjual daging dengan cara digantung, hanya diletakkan di meja. Hal ini dikarenakan air akan menetes dari serat-serat daging jika digantung. Karena kandungan air yang cukup tinggi pada daging, disekitar alas tempat daging dijual akan terdapat banyak air yang tercampur darah. Selain itu, warna daging lebih pucat serta lebih lembek dan akan lebih cepat busuk.
Kandungan air yang terlampau tinggi menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme dan bakteri pembusuk menjadi lebih pesat, hal ini menyebabkan kualitas daging menjadi sangat buruk dan akan mudah membusuk. Daya tahan daging gelonggongan setelah dipotong hanya sekitar tujuh jam.
Daging gelonggongan jelas sekali merugikan konsumen, , untuk itu mari kita tingkatkan kewaspadaan kita dalam membeli daging di pasar.
Semoga info ini bermanfaat bagi kemajuan peternakan di Indonesia serta bagi masyarakat umum yang senantiasa membutuhkan produk peternakan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. . . .
Peternakan memiliki andil besar dalam meningkatkan kecerdasan bangsa, , oleh karena itu senantiasa dukung peternakan nasional kita. . . .
BANGUN PETERNAKAN INDONESIA. . . . . . .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar